Culture

Manakah yang lebih dulu, ayam atau telor? manakah yang pantas diahulukan? Manakah yang lebih mendesak? sama rumit menjawab pertanyaan itu. Itu juga yang memicu perdebatan berabad-abad oleh para Pilosof. Hanya karena asali, awal, dan etika. Bagaimana jika ini menjadi kontrak sosial, sebenarnya ini sudah sering terjadi, atau menjadi “perbincangan anak-anak”.

Pada dasarnya segala sesuatu yang awal dan asali bersifat fundamental. Merupakan sebuah pondasi, dasar atau landasan. Begitu juga awal dari jerih usaha.

Setiap manusia mau tidak mau, siap tidak siap, ia secara otomatis akan berusaha survive untuk hidup. Dalam upayanya, manusia menggunakan modal dasar anugrah Ilahi. Kemudian manusia akan mulai terbiasa dengan kehidupan. Dan selanjutnya manusia menemukan bahagia sebagai assesoris hidupnya.

Gambaran singkat diatas cukup untuk dijadikan indikasi bahwa semua kegiatan usaha, ada awalnya. Apa pun itu; dalam Pangan ada budidaya, dalam farmasi ada budidaya juga, dalam sosial ada sense of need, dalam intelektualitas ada discours etc.

Itulah culture. Dari yang tidak ada, diupayakan menjadi ada. Awal mengapa telur atau ayam ada beserta Philosof dengan pelbagai perdebatannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s