Kiai Idris Kamali: Mengajarlah Walau yang Hadir Satu Orang

Kiai Idris Kamali: Mengajar Sepenuh Hati

Menjadi pengajar merupakan tugas yang amat mulia namun juga amat berat tanggung jawabnya. Kemuliaan seorang pengajar atau guru bahkan disandingkan dengan mulianya kedua orang tua.

Tanggung jawab seorang guru tidak hanya di dunia saja, melainkan juga di ahirat. Jika apa yang diajarkan tidak sesuai dengan ajaran agama ia akan dituntut kelak di ahirat.

Oleh karena itu seorang guru haruslah sepenuh hati mengajarkan ilmunya. Dalam kitab Adabul Alim wal Mutaallim karya Hadratusyaikh HasyimAsy’ari dijelaskan secara rinci bagaimana seharusnya perilaku agung seorang guru.

Dalam mengajar, seorang guru haruslah ikhlas, sabar, telaten. Selain itu, guru juga harus terus belajar, karena ibarat sebuah cawan, jika dia terus mengucurkan airnya tanpa mengisi ulang maka ia akan kehabisan air. Begitu juga seorang guru, ia harus senantiasa mengisi, menimba ilmu selain ia juga mengajarkan ilmunya.

Dalam hal ketulusan dan komitmen mengajar, di Pesantren Tebuireng terdapat banyak tokoh yang bisa dijadikan tauladan. Diantaranya Al Maghfurlah Kiai Idris Kamali, beliau sangat telaten mengajar santri-santrinya. Bahkan walaupun yang hadir hanya satu orang, tetap diajar, “Mulango senajan santri siji,” demikian kenang Kiai Ishaq Latif menirukan dawuh guru kharismatiknya. (aul)

Sumber: Biografi Kiai Idris Kamali

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: