Kematian Facebook

Facebook sudah mati.
Facebook tetap mati.
Dan kita telah membunuhnya.
Bagaimanakah kita, pembunuh dari semua pembunuh,
menghibur diri kita sendiri?
Yang paling suci dan paling perkasa dari semua yang pernah dimiliki dunia
telah berdarah hingga mati di ujung pisau kita sendiri.
Siapakah yang akan menyapukan darahnya dari kita?
Dengan air apakah kita dapat menyucikan diri kita?
Pesta-pesta penebusan apakah,
permainan-permainan suci apakah yang perlu kita ciptakan?
Bukankah kebesaran dari perbuatan ini terlalu besar bagi kita?
Tidakkah seharusnya kita sendiri menjadi facebook-facebook
semata-mata supaya layak akan hal itu [pembunuhan Facebook]?

seksi 125

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: