HARDEPAG dan HARDIKNAS

Tak sengaja sewaktu saya naik angkot ada dua ibu guru (terlihat dari pakaiannya) yang juga menumpanginya. Sepanjang perjalanan, hanya mereka berdua yang terlihat aktif ngobrol diantara seluruh penumpang angkot itu. Bukan maksud saya nguping obrolan mereka, tapi mau gimana lagi, apa yang mereka obrolkan terpaksa terdengan telinga saya.

Okay, singkat cerita (saya mau bercerita ini) kedua ibu guru itu ngobrol tentang hari pendidikan nasional. Ya karena saat itu memang tertanggal 2 Mei. Si ibu guru bertanya pada rekannya itu “Sekolah kamu gak upacara toh?”

“Lhoh ngapain?” jawab ibu guru satunya tak berdosa (emang kalo gak upacara hardiknas dosa??!), menurut saya mereka mengajar di lembaga sekolah “berbeda”.

“Lha sekarang kan hardiknas..!” ibu itu mencoba mengingatkan.

“Kamu ini gimana se, aku kan mengajar di sekolah swasta (mungkin MI atau Mts)”

“Hey, sekarang kan hardiknas, hardiknas Non..” ibu guru itu masih ngeyel dengan pertanyaannya, belum mengerti. seluruh penumpang lain jadi pura-pura gatau.

“Asal tau aja yah.. HArdiknas itu hanya untuk Sekolah yang tercatat di Departemen Pendidikan Nasional (DIKNAS). Sedangkan sekolah (Lembaga Pendidikan Agama) saya kan SWASTA, dan tercatat di Departemen Pendidikan Agama (DEPAG).

Jadi, tidak ada dikamus kami Hardiknas, yang ada HARDEPAG Nooon..”

“hahaha….kekeke…kwkwkw…kwukwuk..ckckckc…” seisi angkot jadi ikutan ketawa ketiwi dengernya, yang awalnya ga sok sok gak kenal jadi cair..

Pemabaca yang berbudi pekerti, Mengertilah..

cerita itu mungkin kurang lucu, tapi bagi saya cerita itu membuat negri ini menjadi lucu. Bayangkan..!

Saya ambil contoh di daerah Jombang, ada sekitar 48 (Empat Puluh Delapan) sekolah tingkat SMA dan sederajat. 11 (Sebelas) diantaranya adalah sekolah negri, dan sisanya (37 sekolah) adalah swasta.

Sekolah yang direken Pemerintah hanyalah sekolah negri saja yang jumlahnya hanya sebelas itu. Sedangkan sisanya mugnkin “dianak tirikan”. Padahal justru sekolah swasta itulah yang digadang-gadang bisa merangkul siswa-siswi secara luas. Jika tidak ada sekolah swasta, apakah sekolah negri yang sedikit itu bisa menampung siswa-siswi seluruh Kab. Jombang?? Yakin??

Ini penting menjadi renungan, mengingat Pemerintah saat ini (barangkali) lebih peduli pada sekolah negri saja, sedangkan sekolah swasta dikesampingkan. Lha kalau tidak ada sekolah swasta, bayangkan ! nasib siswa-siswi itu??

Kemana Pemerintah? Kemana hari yang DI-PERINGATI 2 MEI itu?

Bukan hujatan. Tersinggung berarti Anda pelakunya..hee

Disarikan dari berbagai sumber

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: