Roseau, erros, philos dan agape

Wejangan’e mbah Roseau (Jean-Jacques Rousseau 1712/1778 Pakar romantisme) pas lagi galau.

Jarene ngono mencintai banyak wanita, mumpung masih labil. Jarene ngunu dibedak’ke seng njenenge cinta karo brahi. Yen sa’ugone cinta birahi kumpul kedah ing perkoro kang sakral tur sakti.

Cinta mengunu kaduwe wong akeh, senajan ati mung ono siji ndil. Ojo nyono kwabehing wewadonan kui arep kok rabi, ora iso. Senejanto dapuranmu clingak-clinguk marang wewadonan mung yo ojo dipinarakake nang manahmu. Iku ngono jenenge sakti Le..!

Lah, seng ko lakoni saben bengi nang jeding kui, iku ngono jenenge brahi. nak bosone wong kota ee, birahi. Nah, iki bedo karo cinta. Iki ngunu mung iso dilakoni kelawan garwomu dewe. Gudu jeding loh Lee..!

Artinya:
Kebanyakan remaja (orang) menyalah artikan cinta (mbah’e gaul). Harus dibedakan antara cinta (erros, philos, agape) dan seks (Jawa: Brai). Keduanya akan berkumpul dalan satu ikatan sakral dan sah (baik menurut agama, adat dan negara: nikah).

Cinta seyogyanya berlaku untuk banyak orang, bukan buta terhadap satu wanita saja. Walaupun tokh hati hanya ada satu. Jangan beranggapan semua wanita yang kamu lihat itu akan kamu nikahi, nikah itu hanya satu kali pilihan. Jika matamu lirak-lirik wanita, itu hanya sebatas rejeki saja, jangan dimasukkan dalam hati. Ingat segera pilihan hatimu..!

Adapun yang kamu lakukan setiap malam di kamar mandi itu namanya Brai. Itu bukan cinta. Ini sangat berbeda dengan cinta. Brai hanya bisa (sah) dilakukan oleh pasutri. Dilakukan bukan dengan selain pasangannya (termasuk kamar mandi).

Sehingga seandainya ada janda tua, gadis buruk rupa, atau wewadonan yang membutuhkan pertolongan (cinta dalam makna mengasihi, menyayangi) haruslah dicintai, disayangi. Tanpa ada motif brahi. Jika ada nenek-nenek tua cintai dia setulusnya. Pun jika aga gadis siapapun yang butuh pertolongan (cinta) berikan itu setulus hatimu.

Karena Tidak baik memberikan cinta dengan mengharap imbalan apapun, termasuk brahi…
Istri pun dinikahi bukan hanya karena brahi doang….
Maka cintailah siapapun tanpa belenggu (chains)…!

“Man is born free and yet we see him everywhere in chains”
–Rousseau

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: