Filosofi Camera

Sejak saya diamanati jadi tukang jepret atas bimbingan Kang Mujib Qodarr, saya baru sadar bahwa hidup itu tak ubahnya sebatang kamera. Meminjam istilah Coach Absor BYz, Trias Sett Shoot dalam menggunakan kamera.

Pertama, ISO, Secara definitif ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor
terhada cahaya. Dalam kehidupan sosial ini bisa dimaknai sebagai aktifitas berfikir
atau merespon fenomena. Ini mungkin yang saya fahami juga dari ngajinya Pak Roy Murtadho sebagai sense of responsibilty.

Kedua, adalah apa yang disebut “aperture” yaitu, ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. (Pasti temen crew TMG pada gatau meski sering liat..)

Menuurut analisis saya (cyeeh) konsep kerja aperture sama seperti kadar kualitas intelektual manusia. Jika aperture menentukan seberapa besar cahaya (rasa) yang bisa masuk pada kamera, maka dalam hidup kita ditentukan oleh kadar inteklektual.

Semakin tinggi kadar intelektual manusia, semakin tinggi pula kepekaannya terhadap
fenomena sosial.

Selanjutnya adalah sutter speed, saya menyebutnya dalam kehidupan moving. Ciri manusia hidup dan kualitasnya bisa dilihat dari seberapa ia cepat mampu nyelesaikan tugasnya (tindak lanjut trhadap fenomena yang ia respon).

Ketiganya harus berada dalam kehidupan secara bersamaan. Walaupun tokh porsinya berbeda. Seperti jika kita berada dilingkungan pesantren, haruslah mengaji, berjamaah, dll.. Lain lagi jika kita berada diwarung kopi atau di pantai, atau di asrama mahad aly tentu lain.hee

Adapun setting (atau jika temen2 gatau, PENGATURAN) lain dalam jeprat-jepret
adalah “art” dalam bahasa saya. Karena hidup tanpa seni bukanlah hidup.
Wallahua’lam.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

2 comments

  1. Roy Murtadho said: Mas Auly. saya kira tulisan anda ini cukup menarik. tinggal diolah sedikit dengan dilengkapi objek riil yg hendak anda baca kemudian konsep kamera anda diopersikan untuk membidiknya. pasti tambah ciamik hasilnya. oh ya, kalau ada waktu anda bisa membaca tulisan Roland Bathes tentang semotika. dimana banyak konsep filsafatnya diambil dari kamera.

    anda bisa mulai membacanya via komentar St Sunardi (semiotika negativa) bisa dicopy bukunya dan kemudian bdk dengan cara pandang fiqiyah untuk melengkapi sisi turast nya.

    saya punya tulisan/esai tentang kepemimpinan. disitu saya memakai 2 paradigma. 1. via fiqih air. 2. via intelektual organik nya Gramsci dlm Prison note book dan penghianatan intelektual nya Julian Benda. nanti akan saya ulas lagi dalam kelas filsafat sebagai suplemen plus ulasan lanjut konsep wujud al Ghazali oleh Kang Yayan Musthofa. semoga dia siap melanjutkan proyeknya hehe..

    Jadi intinya dlm soal cita rasa gagasan anda sudah bagus. cuma perlu imbangan paradigma turast sebagai imbangannya dan ditambah dengan gestur dan sepilihan kata2 anda…

    salam Juang!

  2. Roy Murtadho said: kalau filosofi kanguru adalah soal kasih sayang tapi kalau paradigma pasti cuman lompat2 aja hehehe. kang Asad Perpustakaan Tebuireng kita tunggu kehadiranmu dengan narasi tentang dilema modernitas disana. soal sisi positif dqn negatifnya. soal bagaimana ilmu pengetahuan ditransmisikan disana.

    apalagi banyak kawan2 kita yg lulusan ANU atau Monash University dll bahkan Ariel Hariyanto dan Nadirsyah Husain juga betah disana. setidaknya bagaimana semangat disana bisa diimplementasikan disini. mungkin sekedar transfer beberapa hal entah teknis ataupun filosofisnya yg bisa dioperasikan secara perlahan dan simultan disini.

    sebagaimana averroisme dulu dibawa ke belahan Eropa oleh para sarjana Barat untuk mengaca diri dan menentukan posisi peradaban mereka untuk dijadikan sebagai ground/axioma teleologis peradaban mereka selanjutnya.

    Soale panjenengan elek2o. eh sory ganteng2o ngunu yo duta peradabannya Tebuireng utowo Kayangan. hehe salam takzim. mugi sehat dzahiran wa batinan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: