Tidak ada: Islam Modern

Modernnitas benarkah sebuah kehidupan madani atau sekedar kehidupan yang serba instan. Dalam kehidupan modrn manusia cenderung melakukan sesuatu dengan kesadaran rasional. rasional disini adalah gaya berfikir yang serba terkait. Jadi, orang modrn tidak akan membuang sampah disembarang tempat karena ia secara sadar dan terdidik tau bahwa perkara itu bisa berdampak besar pada ketidak nyamanannya kelak. Ya itu hanya analogi ringan saja. Namun bukanlah ukuran teoritis akan indikator manusia modern. Lebih jauh lagi bagaimana manusia modern menggunakan rasionalitas berfikirnya secara penuh dan menyeluruh. Bahkan segala hal di dunia ini tidak dipandang “ada” jika irasional dan tidak logis.

Manusia modern mempunyai khidupan yang tertata secara sistematis. Nilai kerapihannya tinggi dan tidak jarang dianggap sempurna. Efektifitas dan efisiensi menjadi tolok ukur pasti, dan harus akurat, logis. Sehingga semua hal akan dirunut hingga habis sampai benar-benar bisa diterjemah oleh akal terbatas ini.

Untuk menghirup udara saja perlu sebuah kesadaran logis. Uadara yang jelas-jelas tersedia melimpah ini pada ahirnya dihitung, dikalkulasi seperti nominal. Bagaimana tidak, sikap sensitif manusia modern membawanya menjadi manusia yang penuh perhitungan, pertimbangan. Jika kemarin sudah sekian, hari ini sekian maka bagaimana dengan esok. Kira-kira begitu pertimbangannya.

Maka manusia modrn mempunyai gaya hidup tersistem yang dibentuk dari proses pertimbangan berkepanjangan. Bisa jadi yang dimaksud kemarin itu beribu dekade lalu, kemudian sekarang adalah sekumpulan era mirip-mirip tak jauh berbeda, dan esok merupakan kehidupan yang ia persembahkan kepada angan-angannya. Ya, kepuasan manusia itu jika bisa sampai pada angannya.

Secara sistematis kita akan merunut bagaimana manusia bisa disebut modern. Dalam kaitannya memenuhi hasrat diri, semua manusia ingin melakukan keinginannya, manusia memiliki komponen penting yaitu akal. Akal adalah perangkat yang tersusun untuk memulai segala aktivitasnya dengan bertahap, berproses. Semakin akal mempunyai banyak materi, semakin ia akan melakukan pertimbangan. Karena keluasan akal tidak bisa ditolak dengan sugesti. Kalaupun ia diam bukan berarti sudah dianggap menerima.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: