Mana Pernah Tak Memberi Kejutan

Mana pernah cinta tak memberi kejutan? Selalu saja cinta merajut segala bunga-bunga dengan penuh ragam. Cinta biasanya hadir saat pecinta baru akan menyadarinya dikemudian hari. Perlu berbagai tanda untuk memastikan bahwa ini adalah cinta. walaupun cinta sendiri tidaklah memiliki tanda pasti dan masing pecinta berbeda ukurannya dalam menandai cinta.

Sementara ini kita sebutlah itu cinta karena belum kita temukan istilah lain yang benar-benar compatible. Selanjutnya bagaimana sebuah rasa bisa dinamai cinta adalah menurut masing pecinta. Relatifitas ini yang mengaburkan ukuran dan indikasi cinta.

Sebenarnya sederhana saja. Menurut sebagian orang cinta itu gajauh beda dengan senang, bahagia, hawatir, lelah, simpati hanya saja itu semua menjadi kabur dan kemudian berbaur satu sama lain sehingga batas antara masing-masingnya menjadi lebur.

Barang kali Anda dan mungkin hampir semua pembaca pernah tau itu namun masih takut-takut menyebut rasa itu sebuah cinta. Barang kali juga sebaliknya. Ini akan menjadi beragam versi dalam satu definisi. Itulah kenapa setiap manusia menjadi seperti pernah melakukan hal yang sama tetapi menganggap dirinya amatlah sangat berbeda. Seolah dirinya adalah orang pertama yang menemukan sebuah rasa yang saat itu ia rasakan dan dia seolah penemu sebuah ide cinta setelah benyak mendengar kata itu. Rumit memang.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: