Teman Setia

Dulu sekali, seketika aku masih tak menghiraukan waktu, aku banyak bermain dengan kawan semuku. Saat itu aku masih lah seorang anak penuh angan dan lamunan. Entah kenapa selain aku pintar berbicara dengan teman-teman dilingkunganku, aku juga amat sering berbicara dengan diriku sendiri. Bagiku, saat itu, teman paling setia adalah diriku sendiri. Ya, itu karena yang terlihat dariku hanyalah ketidak menarikan, dan teman mana yang betah berlama-lama dengan ketidak menarikan?

Aku bukanlah anak yang paling tidak beruntung, adalah temanku yang lebih tidak menarik lagi dariku sangat amat jauh dan sendiri. Temanku itu menjadi seorang teman bagi dirinya dan orang lain bagi kami sebayanya. Aku sebenarnya sudah tau sedikit rasanya. Aku lebih memilih tetap bersama teman-temanku yang lain dan dianggap segolongan dengan mereka, dari pada membela lantas kemudian sama-sama dijauhi. Tentu pilihanku tidak tepat, atau kalau tidak mau dibilang tega.

.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: