Kematian Kita

Mengingat hari ini hari berdarah, hanya tidur saja dan tenggelam. Akan kusimpan baik-baik ini. Kita berjalan saja sepanjang mimpi nanti. Beristirahat lah ! peperangan masih akan berlanjut. Kita harus berada dalam kemenangan bersama. Meninggalkan pengorbanan dan menyimpan perjuangan. Sampai hari yang telah dijanjikan berada di plupuk mata.

Rebahlah didadaku, kan kubersihkan keluh-peluh ditubuh berdarah ini. Setelah itu kita akan aman sementara. Berdua aman dari kebisingan sepanjang masa lalu. Setidaknya ini bisa meregangkan fikiran kita yang terbelenggu, sementara kita persiapkan langkah berikutnya. Ya, bagiku ini pilihan baik sementara ini, selagi aku masih bisa berfikir untuk kita. Karena entah semenjak tadi aku sudah tak bisa mendengar. Berarti sebentar lagi aku buta kemudian entahlah.

Jika kita nanti menang, dan aku, fikiranku gugur sebelumnya, carilah aku kemanapun damanapun dan bersama siapapun ! paksa aku kembali menjadi berfikir. Karena saat itu, sesungguhnya aku ingin sekali keluar dari aku yang itu.

Dan, Jika tubuh ini yang renta, gugur, percayalah aku termasuk golongan yang merugi. Aku berharap ada yang meyakinkan Tuhan untuk menempatkan namaku kedalam golongan Faza.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: