Racun

Apa yang bisa dilakukan penawar terhadap racun? Pertanyaan itu akan muncul setiap kali ada kematian. Hampir setiap tahun ada orang mati akibat keracunan. Semua penduduk pasti tau racun apa itu, juga penawarnya, juga bagaimana agar terhindar darinya, juga dari mana racun itu, juga semua hal tentang racun. Tapi racun itu terlalu rumit untuk dilepas, dibuang dari bagian kehidupan. Barang kali benih-benih racun sudah menjalar dalam darah setiap darah. Barangkali racun dan kematian sudah dianggap takdir yang tak begitu penting. Seperti kematian-kematian lumrah lainnya.

Sejak zaman awal berdirinya tempat ini sudah terdengar cerita tentang racun. Bahkan sebagian penguasa sudah ada yang mati karenanya. Racun itu menyerang siapa saja yang punya darah.

Ia bisa dilihat, diraba, dirasa saat ia datang menyerang tapi racun itu seakan menjelma kenikmatan. Menjanjikan hari esok yang bergelimang, samar-samar bisa ditawar dengan amal salih. Ya, setiap kali orang mengetahui bahwa dirinya keracunan, ia selalu merahasiakan sakitnya itu. Bahkan berharap Tuhan tidak mau mengetahuinya.

#
Saya yakin Pembaca sudah tau arah tulisan ini. Dan tidak akan saya perpanjang lagi dengan pengandaian-pengandaian. Sebenarnya tidak lah sulit menuliskan ini karena banyak sekali kasus keracunan. Ya, ini hanya tulisan tak berujung pasti, penuh tuntutan gengsi saja. Makanya bertele-tele dan tidak menerangi.

Indahnya, saya hanya ingin mengajak Pembaca untuk menangkap satu, satu saja poin dalam tulisan ini. Jika anda berkenan, Bacalah semuanya ! jika tidak, cobalah membacanya dilain kali. Terimakasih.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: