JEMBATAN

Saya melihat ada orang ditepi sungai menuggu seseorang membuatkan jembatan untuknya.

Machiavelli dipanngil ke pendopo menghadap Medici. Ia tak segan-segan mengutarakan maksudnya. Hampir saja Machiavelli diahiri kehidupannya. Musyawarah pekan lalu memutuskan untuk membunuhnya. sesengguhnya ia tak baik. Hanya saja ambisi itu merubahnya menjadi jungkir.
Walaupun menurutnya ia tak benar-benar sengaja. Tampak diwajahnya penyesalan tak terbantahkan. Mach sebenarnya ingin sekali kembali ke tempat kerjanya di desa itu. Disaat Medici berkuasa, Mach menuliskan apa yng dianggapnya sebagai tujuan Madici. Mach berdiskusi panjang dengan Madici perihal itu. Dilain bilik, dibalik serambi, keluarga Madici menguping sambil mengupil dengan seksama diskusi mereka. Mach lebih dulu berhasil diruangkan dari pada Madici yang lengser.

Sepekan sebelum Machiavelli menghadap, Madici tak percaya semuanya yang ia putuskan. Musyawarah itu baginya seperti kesesatan. Pimpinan tak berdaya dengan suaranya. Jika pimpinan bersuara, dianggap Nepotis; jika tak membela, hidupnya dan hidup warganya akan tetap didalam tempurung. Madici dalam dilema yang hebat. Dalam kesesatan yang hebat pula. Begitupun desanya, desanya yang penuh parit. Sepanjang kata Mach dalam diskusinya cukup untuk Madici mengenal kawan barunya itu. Madici teramat suka jika ada ide dibalik kekuasaan. Jika ide itu datang dari Mach berarti itu adalah kemenangan.
Mach berupaya meyakinkan Madici tentang sebuah ide.

Sebetulnya ide itu berawal dari ambisi. Ambisi itu membutuhkan ruang kerja yang dulu pernah disinggahi. Kiranya hanya itu yang inginkan. Apa itu keinginan menjadi kentara di sebagian keluarga Madici. Mach lebih dikenal sebagai katak pembangun ide untuk sarang dan berteduh. Keluarga Medici tak tahan lantas saja mengurung dalam pengap tanpa cahaya.

Machiavelli tak lebih hanya seekor katak tak ubahnya penduduk desa yang penuh parit. Pemuda itu gemar berenang di parit yang mengitari desanya. Mach suka berenang kearah manapun yang ia tak tahu sebelumnya. Tubuhnya selalu mengeluarkan lendir tak berbau, katanya, atau bau lendirnya tak sampai pada hidungnya sendiri. Ia sungguh naif memandang desanya, desanya yang penuh parit. Mach tidak mati hanya karena pengap. Ia terus hidup dengan ide dan kantor lama itu. Bagi Mach “Manusia lebih mudah melupakan kematian ayahnya dari pada kehilangan bagian warisannya” Kantor itu baginya warisan, bukan ruang tapi sebuah ide genetic dari bapa. Meyakinkan kejayaan yang sedang tersimpan dan akan turun di ruang itu.

Setelah samar-samar terdengar kabar Medici dipaksa lepas dari tahkta desa, Mach tak yakin. Ia ingin mengulang catatan berdiskusi, selembar demi lembar. Taka da yang salah dengan ide. Tak kunjung jenuh Mach berbicara dengan dirinya sendiri. Mach membeli semua ingatannya dari Tuhan. Ahir kulminasi ia berseru dalam hati, belum sempat ia bernafas, Mach terbebas dari pagar pengap.

Mach langsung akan membangun kembali jalannya menuju ruang kerja warisan itu. Dlam renungannya ia bersadar jika ia sedang dipengapkan dalam penjara saat kawannya Medici dilengserkan.

Selanjutnya Mach pergi menjauh tertatih. Menyelesaikan sekat bacanya dalam sebuah lembaran. Mach bercerita bahwa perjalanannya adalh sebuah langkah. Ia tak lagi menyebutnya ide. Karena ide itu hanyalah sebuah jembatan untuk merenungkan warisan. Warisan itu akan bisa terucap kembali walau mulut penuh. Warisan itu memiliki sekejap berita bagaimana ayahnya membuat kawat tenun. Mach ahirnya sirna karena memakai kawat itu sebagai penyangga jembatan. Mach anak pertama yang ber lari diatas jembatan itu dan seterusnya para Pen-Desa yang mulai tau.

26/12/2012

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: