Buku Ayah

Sebelumnya tak pernah kubaca buku itu. Sudah sekian mendebu di rak ruang kerja ayah. Dari sekian buku-buku ayah, buku itu yang paling terlihat kuno. Sampulnya hampir sewarna pohon Boxesuse dalam Penjin dirumah. Mirip sekali.

Sedang, semua sudah terjadi, membekukan segala beranta. Ayah tidak pernah cerita sejauh itu, wasiatnya memerlukan tafsil dalam. Penuh tanya dan misteri setiap katanya. Bagi seorang anak, apa lagi sepertiku, ayah sekaliber itu adalah paripurna hidupnya. Penuh ilmu, dan aku masih absurd menyebut ilmu.

Buku itu baru menarik kubuka setelah sepuluh tahun ayah mengatakan wasiatnya. Filologi membuat rindu ini tersadar, mendudah masa jauh sebelum masa ini. Mungkin sudah waktunya ayah hidup kembali dan tertulis dalam lembar-lembarnya.

Sekian detik yang nanti pasti mulai terasa kangen, nasihat ruang penuh besi. Rongsokan plastik, Besi tua, ger-ger bergerigi, bau tanah bercampur sekian macam material kimia. Itu cukup untuk melihat paras yang terhormat. Selama ini pemuda ini lupa bagaimana itu bisa terjadi. Selama ini pemuda di seberang barangkali belum mengarti kenapa itu dulu. Selama ini ayah selalu bercerita.

 

Diawali nama kecil

Menambahkan satu huruf vokal “a” ditepi

Menambahkan satu lagi huruf vokal beda “i” juga ditepi.

Menyertakan Allah dalam singgasana paripurna.

Pinternya mengaji

Mengajarkan keindahan, kebahagiaan dan kesempurnaan haqiqi.

Bacanya puisi

Menanamkan jiwa penuh tanggung jawab.

Mintaknya dicetoli.

Dan sekian hari ini sudak terlalu terlambat untuk tau. Beribu do’a itu setiap hari terlantun hingga kini, hingga semuanya menjadi sudah.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: