Allahu Akbar

Sesaat sebelum menjadi tenang, hidup ini menempuh kemelut tak karuan. Sejak sekian waktu yang lalu, begitu terjaga dari tidur yang melelahkan, fikiran ini langsung dituntut menyelesaikan persoalan perut. Lapar menjadi sangat penting melebihi kehidupan itu sendiri.

Kemelut semakin menjadi-jadi ketika mendengar kabar tidak amannya keadilan. Lantas semua begitu saja terselesaikan tanpa kesepakatan.

Kecil sekali rasanya diri ini tak daya melawan. Tak ada satu waktu pun yang berpihak. Membiarkan semuanya hancur dan semakin hancur.

Semuanya seperti menjadi terhibur saat kalam Tuhan dilantunkan. Setidaknya cukup untuk sejenak menghapus kerinduan akan ketenangan.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: