Beristri Gadis

Bila mana mawar dipotong tangkainya, dibuang durinya, dibungkus kemudian dibuang ke jurang maka akan terlihat mawar itu tiba-tiba berada ditangan gadis berwajah dupa. Sajak-sajak dilantunkan tepat depan telinga basah. Rintikan hujan, panasnya awan memperkeruh suasana ajar budi. Muda dan Gadis bercengkrama berjauhan. Si Muda diatas tebing, dan Gadis dibawahnya. Jalan memanjat terjal menjadi tak menarik. Muda akan bertekat jatuh. Melawan seruan melintang.

Ada kah terjatuh lebih nikmat? Gadis tau dan menunggu. Tak bersua, hanya lirih melantunkan diam. Bahasa Gadis jika bicara dengan kehendak. Diawali dengan bingung, diahiri kematian. Meninggalkan embrio mawar yang tergores tajam. Di ujung tebing akan terjatuh seperti sedia kala. Begitu seterusnya.

Biarkan saja bingung !

Lelaki muda dan Gadis sebaya bercengkrama. Meminta hujan menunda barisan. Berada sejajar mengusap keringat yang masih tersimpan. Peluh samar di pipi kedua insan itu. Mereka saling membantu dalam ikrar. Mengusap tetesan demi tetesan. Meninggalkan yang saling bercampur mesara. Mengingatkan pada kejadian keduanya.

Diawali dengan bingung, diahiri kematian.

Semakin senja, semakin hilang kesadaran budi. Meremang membentuk sebuah kabut dalam dinginnya nafas. Bisa saja hati ini saling menjumpai. Kemudian saling bermimpi mencumbui. Kerut demi kerut dihafal menggunakan imaji. Berbisik sebelum terjaga. Saling mengusap peluh di dinding-dinding kulit berbulu.

Terjaga namun lupa. Seakan kehilangan jawaban di kelumit rerumputan. Mencarinya sekuat pijar mengayuhkan cahayanya. Menyibak sekumpulan rumput berpelukan, memisahkan keduanya, membuyarkan kemesraan. Mencoba menjelaskan, namun tak ada rumput patah yang kembali tegak. Tak cukup hanya dengan menanam kembali. Sekalian saja mati, benak keduanya.

Terjaga namun lupa.

Asyik bercengkrama masyuk menjadi senyawa. Dimana mimpi tadi singgah? Gadis bermimpi lagi dihari berikutnya. Memohon dijadikan seperti seorang salik dalam keabadian yang panjang, bertemu dan bertamu. Mengalirkan tangisan, memohon dilahirkan berulang kali. Bersama menuliskan sajak berirama dipermukaan gelombang. Melawan arus kehendak yang sejak tadi hanya diam. Membungkam tak menjawab apa keinginannya.

Ada bunga namanya Azalea. Tertanam akarnya di halaman. disampingnya melingkar pot berwarna padam sperti bebatuan gunung. Saban sinar berada di sebelah garis keberuntungan, Azalea mengisahkan senyumnya. Ia mekar diantara kerasnya panas. Membentuk kanfas, menari dilingkaran mahkota. Azalea berkeinginan menghibur gadis. Dari celah jendela Azalea melihat tangkai mawar merampungkan ceritanya.

Muda berada selangkah berjauhan dengan Gadis. Azalea lebih dekat dengan Gadis. Mawar selesai sudah. Pemberi berjauhan dan Azalea lebih dekat. Gadis tau keberadaannya berada selangkah berjauhan. Ia mengubur mawar disamping pembaringannya agar tak seorangpun tau Jika ia telah siap menjadi dilema.

Sepanjang gumam, melantunkan jatuh. membawa pembicaraan dan berdansa. Menari dengan tarian palsu. Memilih sebuah senyuman diantara Muda dengan mawarnya dan Azalea yang lebih dekat dari jendela.

Sementara ini biarkan bernama dilema, karena belum ada bahasa serupa firasat Gadis. Ditengah lamunan membuat mati suri, ia menyempatkan mengadu, mahluk lain menyebutnya berdo’a.

Gadis tak bisa bercumbu sepanjang mimpinya dengan menutup jendela.

Gadis memilih menyerah.

Dalam sebuah cerita, ada biasanya mengikuti apa keinginan cerita. Gadis meminta kata-kata mengadukan ini. Selanjutnya ia terbebas dari kerumunan kebingungan. Kemudian ia berencana kembali ke dasar tebing. Berbahasa diam pada siapapun yang pemotong mawar. sambil menunggu sinar berada di sebelah garis keberuntungan. Bermimpi sepanjang tangkai mawar, berganti aroma dengan Azalea jika jendela telah dibuka. Menjadi diantara sesama kawan yang membagi istri mereka. Terjaga namun berusaha lupa. Mudah saja.
[]

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: