Motifator Jalanan

Jika saya bertanya, tentu pertanyaan saya sulit dimengerti. Jika saya semakin menjelaskan pertanyaan saya, semakin sulit pula dimengerti. Padahal saya selalu menuntut kesempurnaan. Saya selalu ingin indah dalam bertutur kata. Saya sendiri tidak mengetahui bagaimana itu bisa terjadi. Yang jelas selalu ada penyesalan selanjutnya.

Apakah saya harus diam saja? banyak berbicara sendiri, biarlah yang paham dengan pembicaraan saya, saya sendiri.

Sampai suatu ketiak saya melihat ada seseorang yang cara bicaranya hampir sama dengan saya. Walaupun sama, seperti orang lain saya pun juga tidak memahami pembicaraan orang tersebut. Saya melihat dia seperti diri saya sedang ditertawakan orang. Saya juga tertawa, saya menertawakan diri saya sendiri dan dia.

Diam-diam saya ikuti kemana orang yang gaya bicaranya mirip saya itu. Saya mengikuti kemanapun orang menertawakan dia. Banyak sekali bahan tertawaan yang bisa saya ambil pelajarannya.

Saya tidak bisa mengatakan dia guru saya. Karena dia hingga sekarang masih sulit dimengerti pembicaraannya. Dan saya merasa saya jadi tidak mirip lagi dengan dia. Saya lebih baik dari dia.

Saya akan berkata terima kasih pada dia. Bayangkan btapa dia akan berfikir atas apa terimakasih saya. Dia juga akan kebingungan dengan gaya sok tau dari saya. Saya akan mengajarinya melihat dirinya sendiri.

Salam buat para motifator jalanan, Karena hidup kalian adalah sumber penghasilan saya.

“Materi hidup adalah kehidupan itu sendiri”
[Auly]

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: