Tak Kenal maka Tak Hormat.

Slogan itu pantas untuk suasana pesantren yang tenggelam dalam kesibukan. Saya katakan demikian karena para penghuni pesantren mulai terjangkit individualis stadium parah. Bayangkan jika suatu keluarga tidak saling sapa.

Pesantren sejatinya adalah bak sebuah keluarga yang utuh. Hidup saling berdampingan dan damai. saling musyawarah, bertukar fikiran.

About aulye

Santri -sebutan saya- tak tau jalan keluar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: